Social Icons

blog

Rabu, 06 November 2013

PENGETAHUAN TENTANG API


Bahaya Kebakaran

Pepatah lama yang berbunyi ' Kecil menjadi kawan, besar menjadi lawan ' adalah suatu pepatah yang bermaksud mengingatkan kita terhadap bahaya yang disebabkan oleh api.  Namun perlu diingat, bahwa tidak setiap api kecil dapat menjadi kawan,  dan tidak setiap api besar menjadi lawan.  Walaupun api kecil tapi nyalanya tidak terkendali,  maka bisa menimbulkan bahaya kebakaran.  Sebaliknya walaupun api besar namun nyalanya terkendali, maka tetap menjadi kawan,  misalnya api besar yang digunakan untuk pemanasan di pabrik-pabrik pengolahan logam,  pabrik batu bata dan pabrik bahan-bahan keramik.

Oleh karenanya ancaman bahaya yang ditimbulkan oleh api tergantung dari terkendali atau tidak terkendalinya api yang menyala.  Sehingga istilah ' Bahaya Kebakaran ' bisa didefinisikan sebagai suatu bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang tidak terkendali.  Adanya nyala api yang tidak terkendali,  walaupun kelihatannya kecil dan sepele misalnya api yang berasal dari puntung rokok, tetap saja berbahaya karena dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda.


Pencegahan Bahaya Kebakaran

Berdasarkan definisi tentang bahaya kebakaran di atas,  maka Pencegahan Bahaya Kebakaran berarti segala usaha yang dilakukan agar tidak terjadi  ' penyalaan api tidak terkendali '.  Kalimat tersebut mengandung dua pengertian :  pertama,  penyalaan api belum ada dan diusahakan agar tidak terjadi penyalaan api.  Hal ini dilakukan pada tempat-tempat tertentu,  misalnya di tempat-tempat penjualan bahan bakar,  di gudang-gudang tempat penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar, dan sebagainya.  Kedua, penyalaan api sudah ada karena digunakan untuk tujuan tertentu,  dan diusahakan jangan sampai penyalaan api tersebut berkembang menjadi tak terkendali.  Tindakan pencegahan yang dilakukan misalnya dengan menjauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari tempat tersebut,  menyiapkan alat-alat pemadam api, dan sebagainya.


Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Hard Hat Ratchet WhitePenanggulangan bahaya kebakaran mengandung arti lebih luas.  Dalam hal ini peristiwa kebakaran sudah terjadi, sehingga menimbulkan bahaya yang mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda.  Maka selain tindakan pengendalian atau pemadaman api, diperlukan tindakan-tindakan lain untuk mencegah kerugian dan korban yang lebih besar.  Misalnya tindakan penyelamatan harta-benda dan dokumen-dokumen penting, pertolongan pertama kepada korban yang menderita luka bakar,  pengamanan lokasi kebakaran untuk mencegah terjadinya pencurian atau penjarahan, dan sebagainya.


Tindakan Awal

Pada setiap kejadian kebakaran, maka tindakan awal dari orang-orang yang mengetahui peristiwa tersebut,  adalah sangat penting dan menentukan, karena pada saat itu api masih kecil dan relatif mudah dikendalikan,  kecuali jika kejadiannya disebabkan karena ledakan yang langsung  menimbulkan api besar.

Tindakan awal haruslah cepat dan tepat.  Keterlambatan bertindak maupun kekeliruan pada tindakan awal dapat mengakibatkan hal-hal yang fatal.  Hal ini sering terjadi,  karena pada umumnya menghadapi bahaya api orang mudah menjadi panik,  sehingga kadang-kadang tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan.

Untuk dapat bertindak secara cepat dan tepat, diperlukan pengetahuan tentang cara-cara pemadaman api yang benar.  Api akan padam bila disiram dengan air,  namun tidak semua kebakaran lalu disemprot dengan air.  Misalnya api tidak terkendali yang bersumber dari minyak yang terbakar,  itu bila disemprot dengan air, maka apinya akan ‘ meloncat ‘ ke mana-mana dan bisa menimbulkan kebakaran pada area yang lebih luas.  Contoh lain, api tidak terkendali berasal dari mesin yang terbakar,  itu bila disemprot dengan air maka apinya bisa padam, namun mesin dan peralatan lainnya akan lebih fatal lagi kerusakannya.

Pertama kali yang perlu diketahui adalah pengetahuan tentang api dan sifat-sifatnya.  Dengan mengenal api secara baik,  maka akan tahu cara-cara pengendaliannya,  sehingga dapat mengatasi rasa panik dan dapat melakukan pemadaman api secara tepat.





Api dan unsur-unsurnya

Penyalaan api yang sederhana dapat dilihat pada korek api gas / bensin.  Bila korek api tersebut tidak ada gas atau bensinnya,  maka korek api tersebut tidak bisa dinyalakan.  Dari sini bisa diketahui unsur pertama untuk membuat api adalah gas / bensin atau Bahan Bakar. Korek api tersebut walaupun sudah ada gas / bensinnya tapi tidak ada loncatan bunga api yang berasal dari gesekan roda dan batu api,  maka korek juga tidak bisa dinyalakan.  Loncatan bunga api tersebut adalah energi panas.  Dengan demikian unsur  ke dua yang diperlukan untuk membuat api adalah energi  panas.

button Dari dua unsur :  bahan bakar dan energi  panas itu saja belum dapat menimbulkan nyala api.  Diperlukan unsur ke tiga yaitu oksigen yang terkandung di udara bebas.  Hal ini dapat dibuktikan dengan cara menaruh lilin menyala di suatu tempat,  kemudian lilin menyala itu ditutup dengan gelas.  Maka dalam waktu tidak lama lilin tersebut akan padam.  Adapun sebabnya adalah karena lilin menyala yang berada di dalam gelas tersebut kekurangan oksigen.

Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa nyala api terjadi dari tiga unsur pembentuknya, yaitu  Bahan Bakar,  Energi Panas,  dan Oksigen.  Oleh sebab itu untuk menjawab pertanyaan apakah api itu sebenarnya ?  Jawabannya ialah bahwa api adalah suatu reaksi berantai yang berjalan secara cepat,  seimbang,  dan kontinyu antara tiga unsur :  Bahan Bakar,  Energi Panas,  dan Oksigen.

Bila salah satu unsur  tidak ada atau kadarnya berkurang,  maka tidak bisa terjadi nyala api.  Sebagai contoh,  bahwa api bisa menyala apabila kadar Oksigen di udara bebas lebih besar dari 12 %.  Bila kadar Oksigen di suatu tempat / ruangan kurang dari 12 %,  maka tidak bisa terjadi nyala api. 

Hubungan antara nyala api dengan kadar Oksigen di udara bebas tersebut biasa digunakan oleh para pekerja tambang tradisional atau para penjelajah goa-goa.  Mereka biasa membawa obor atau lampu minyak.  Bila suatu saat nyala apinya padam,  maka mereka harus cepat-cepat menjauh dari tempat tersebut,  karena diduga kuat di tempat tersebut kadar oksigennya berkurang,  dan hal tersebut juga berbahaya bagi manusia karena dapat mengakibatkan lemas,  pingsan,  dan meninggal.




EN_FTC_468x60banner







Share





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates