Social Icons

blog

Kamis, 07 November 2013

BAHAN MUDAH TERBAKAR DAN JENIS API





Bahan Mudah Terbakar

Pada umumnya semua benda di alam dapat dibakar.  Diantara bahan-bahan itu ada yang lebih mudah dibakar,  dan ada yang sulit dibakar.  Hal tersebut disebabkan karena masing-masing bahan memiliki Titik Nyala yang berbeda-beda.  Yang dimaksud dengan Titik Nyala ( Flash Point ) ialah suatu temperatur terendah dari suatu bahan untuk dapat berubah menjadi uap,  dan akan menyala bila tersentuh api.
Makin rendah Titik Nyala suatu bahan,  maka bahan tersebut makin mudah dibakar.  Sebaliknya semakin tinggi titik nyalanya,  maka bahan tersebut semakin sulit dibakar.

Dan bahan-bahan yang titik nyalanya rendah digolongkan sebagai bahan yang mudah terbakar,  contoh-contohnya antara lain :

Benda Padat   :   Kayu, kertas, karet, tekstil.
Benda Cair     :   Avtur, bensin, minyak tanah, spiritus, solar, oli.
Benda Gas      :   Acetilin, Butane, LNG.


Sumber Panas

Energi panas adalah salah satu penyebab timbulnya kebakaran.  Disebabkan karena pemanasan,  maka suatu bahan mengalami perubahan temperatur, sehingga mencapai titik nyala.  Bahan yang telah mencapai titik nyala mudah sekali terbakar.

Sumber panas yang dapat menyebabkan kebakaran antara lain :  Sinar matahari, Listrik, Reaksi Kimia,  Energi Mekanik,  Petir / halilintar, reaksi Nuklir,  dan Kompresi Udara.

Pemanasan langsung oleh sinar matahari bisa  menimbulkan kebakaran hutan,  dan dapat menyebabkan ledakan dari bahan-bahan yang mudah meledak. 

Panas yang berasal dari listrik biasanya terjadi karena hubungan singkat atau kortsleting.  Hal ini sering menjadi penyebab kebakaran di kota-kota besar,  khususnya di pemukiman penduduk yang padat bangunan, kebakaran pasar,  maupun kebakaran di kawasan industri.

Sedangkan panas yang berasal dari energy mekanik berasal dari gesekan atau benturan antara benda-benda.  Akibat dari gesekan dan benturan,  yang terjadi adalah loncatan bunga api yang kemudian dapat menimbulkan kebakaran. Kebakaran yang berasal dari energy mekanik sering  terjadi di pabrik-pabrik, di kamar mesin kapal laut,  pesawat udara,  dan juga kebakaran yang terjadi di kendaraan bermotor,  mobil dan bus.

Perpindahan Panas

Energi panas dapat berpindah melalui empat cara,  yaitu :

Radiasi      :  adalah perpindahan panas yang memancar ke segala arah.

Konduksi  :  adalah perpindahan panas melalui benda / perambatan panas.

Konveksi    :  adalah perpindahan panas yang menyebabkan perbedaan tekanan udara.

Loncatan bunga api  :  adalah reaksi antara energi panas dengan udara / oksigen.



Oksigen ( O2 )

Oksigen adalah salah satu unsur pembentuk nyala api ( Flame ).  Bila kita melihat di suatu tempat ada nyala api,  hal tersebut dapat digunakan sebagai patokan bahwa area sekitar nyala api itu terdapat oksigen dalam kadar yang cukup,  sehingga bisa mengaktifkan pembakaran

Oksigen atau gas O2 terdapat di udara bebas.  Dalam keadaan normal,  prosentase oksigen di udara bebas adalah 21 %.   Prosentase oksigen tersebut dapat berubah tergantung keadaan cuaca.  Dan oksigen pada dasarnya adalah suatu gas pembakar,  oleh karenanya kadar oksigen di udara bebas sangat menentukan keaktifan pembakaran.

Suatu tempat dinyatakan masih mempunyai keaktifan pembakaran bila kadar oksigennya lebih dari 15 %.   Sedangkan keaktifan pembakaran = 0 bila kadar oksigennya kurang dari 12 %,  pada kondisi ini tidak bisa terjadi nyala api ( flame ).

Hal tersebut di atas digunakan sebagai patokan dalam tehnik pemadaman kebakaran,  yang sering disebut sebagai tehnik Isolasi.  Tehnik Isolasi ini pada prinsipnya adalah mencegah nyala api bereaksi dengan oksigen atau berusaha menurunkan kadar keaktifan pembakaran,   

Banyak contoh-contohnya,  antara lain pemadaman kompor yang terbakar dengan cara menutupi kompor tersebut dengan karung / handuk bekas yang sudah dibasahi air.  Pemadaman minyak terbakar dengan air,  namun air semprotan dibuat sedemikian rupa sehingga pancaran air jatuh seperti air hujan dan mengurung tempat penampungan minyak yang terbakar.  Dengan ‘ dikurung ‘ oleh   ‘ air hujan ‘ maka nyala api makin lama akan makin mengecil,  dan akhirnya padam, karena terisolasi dari udara bebas / oksigen.

Pemadaman dengan cara isolasi disiapkan dalam bentuk alat-alat pemadam kebakaran,  antara lain yang banyak digunakan ialah alat pemadam Busa dan alat pemadam Bubuk Kimia Kering ( Dry Powder ).  Fungsi busa maupun bubuk kimia kering pada dasarnya adalah untuk mengisolasi benda / sumber kebakaran agar tidak bereaksi dengan oksigen.


Jenis-jenis Api

Api dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung dari bahan-bahan yang terbakar.  Penggolongan api tersebut bertujuan untuk memilih alat pemadam yang tepat,  karena tidak sembarang api dapat dipadamkan dengan alat pemadam yang sama. 

Sebagai contoh,  untuk pemadaman di gudang tempat penyimpanan bahan-bahan logam,  penggunaan air yang disemprotkan bisa sangat berbahaya.  Karena ada sejenis logam dalam bentuknya sebagai bubuk kering,  bila bereaksi dengan air dapat menimbulkan ledakan yang dahsyat,  lebih dahsyat dari ledakan TNT.

Jenis-jenis api tersebut ada 4 macam,  yaitu  : 

Api Klas A   :   Adalah api yang berasal dari bahan-bahan mudah terbakar seperti Kayu,  Kertas, Tekstil,  Plastik,  dan Karet.

Api Klas B   :   Adalah api yang berasal dari bahan minyak seperti Bensin, Minyak Tanah, Solar, dan sebagainya.

Api Klas C   :     Adalah api yang berasal dari peralatan listrik ( kortsleting ).

Api Klas D   :     Adalah api yang berasal dari bahan logam seperti Titanium dan Sodium.




Did you know The Triangle of War ? Please read this book 
Must-Read for Strategic Thinker and Serious Readers


Triangle of War -----World War III Can Happen!





SHAILENE WOODLEY


Share



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates